"Katakanlah:"Dia-lah Allah, Yang Maha Esa". Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (Al Quran : Al Ikhlas 1-4)

Jumat, 18 Mei 2012

Insya Allah dalam Bible

Bila seorang muslim mengucapkan kalimat Insya Allah, sering kali diprotes, sebagian orang berkata "Jangan Insya Allah-Insya Allah, yang pasti-pasti aja dong!".
Mereka tidak memahami bahwa mengucapkan Insya Allah adalah sesuatu yang dianjurkan dalam kitab suci Al Qur'an dan juga Bible.  Namun sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa di dalam Bible sebenarnya dianjurkan mengucapkan Insya Allah bila mengatakan sesuatu yang belum terjadi.  Bible mengatakan, bila tidak mengucapkan Insya Allah terhadap sesuatu yang belum terjadi, maka dia tergolong sombong, salah, dan bahkan congkak.

(13) Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung.", (14) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. (15) Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu". (16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. (17) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. (Yakobus 4 : 14-17)   

Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus. (Kisah Para Rasul 18 : 21)

Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. (1 Korintus 4 : 19)

Semua kata pada ayat-ayat tersebut yaitu; "Jika Tuhan menghendakinya", Jika Allah menghendakinya", semua itu maknanya sama yang ada dalam Al Qur'an disebut Insya Allah. Silahkan lihat pada Bible cetakan lama, kata-kata "Jika Tuhan menghendakinya" semuanya tertulis jelas dengan kata Insya Allah. Perhatikan Bible cetakan tahun 1960 :

(13) Hai kamu jang berkata: "Bahwa hari ini atau besoknja biarlah kita pergi kenegeri anu serta menahun disitu, dan berniaga dan mentjari laba"; (14) pada halnja kamu tiada mengetahui apa jang akan djadi besoknja. Bahaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanja suatu uap, jang kelihatan seketika sahadja lamanja, lalu lenjap. (15) Melainkan patutlah kamu berkata: "Insya Allah, kita akan hidup membuat ini dan itu". (16) Tetapi dengan hal jang demikian kamu memegahkan dirimu dengan djemawanmu itu, maka semua kemegahan jang demikian itu djahat. (17) Sebab itu, djikalau orang jang tahu berbuat baik pada halnja tiada diperbuatnja, maka mendjadi dosalah baginja. (Yakobus 4 : 13-17)

Melainkan sambil meminta diri ia berkata: "Insya Allah, aku akan kembali kepadamu" (Kisah Para Rasul 18 : 21)

"Tetapi Insya Allah aku akan datang kepadamu dengan segeranya, dan aku akan mengetahui bukan perkataan mereka itu yang ...dst" (1 Korintus 4 : 19)

Namun pada Bible cetakan baru, kalimat Insya Allah telah diubah...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar