"Katakanlah:"Dia-lah Allah, Yang Maha Esa". Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (Al Quran : Al Ikhlas 1-4)

Rabu, 03 Agustus 2011

Bersediakah Yesus Mati untuk Menebus Dosa Manusia?

Bagi yang membaca Bible tentu akan menjawab tidak, Yesus tidak bersedia mati untuk menebus dosa manuasia. Sebaliknya bagi mereka yang menerima dogma tanpa mempelajari terlebih dahulu dasarnya sebagian besar berkata iya. Orang yang belum membaca Bible ini biasanya mengatakan 'Yesus mati untuk menebus dosa manusia', ada juga yang mengatakan 'Dia rela mati untukmu' dan sebagainya. Banyak kalimat heroik, dan penggambaran suasana yang menyentuh perasaan perihal kematian Yesus di tiang salib. Namun semua itu hanya dogma dan doktrin yang dibantah oleh Bible. Matius pasal 27 ayat 46 mengatakan 'Maka sekira-kira pukul tiga, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya:"Eli Eli, lama sabktini", artinya"Ya Tuhan apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku" '.
Mari kita cermati dengan akal yang telah Tuhan berikan. Jika kehidupan Yesus memang untuk disalib guna menebus dosa, mengapa Yesus menolak dan tidak bersedia untuk disalib. Perhatikan kalimat '...berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya:"Eli Eli, lama sabktini", artinya "Ya Tuhan apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku', Yesus sendiri berteriak dengan suara nyaring minta tolong kepada Tuhan agar ia terlepas dari penyaliban. Kalimat tersebut dengan jelas memperlihatkan bahwa Yesus tidak bersedia mati, apalagi menebus dosa. Malah Yesus mempertanyakan pada Tuhan 'Ya Tuhan apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku'.
M
engapa menyembah 'sesuatu' yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri?. Bagaimana ia dapat menyelamatkan orang lain, sedangkan menyelamatkan diri sendiri saja tidak bisa.
Pertanyaan lainnya yaitu apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat?. Semestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih pada mereka yang menyalibkan dia. Bahkan mereka itu seharusnya mendapat ganjaran kebaikan, karena membantu misi kehidupan Yesus. Kalo Yesus memang beneran harus disalib untuk menebus dosa-dosa manusia.
Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalib Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut agama Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji atas jasanya.

Silahkan baca Matius 26 : 36-38
36. "Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
37. Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
38. lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
Ayat tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi Yesus yang sangat ketakutan saat menjalani takdirnya. Ia menjadi, gentar hatinya, dan bahkan merasa mau mati.

Kita lanjutkan, jika Yesus memang beneran bersedia mati disalib untuk menebus dosa, seharusnya Yesus tidak perlu ditangkap atau dipaksa-paksa.  Melainkan dengan sukarela meminta sendiri untuk disalib demi menebus dosa orang yang percaya padanya.  Tetapi yang ada malah Yesus mengajak murid-muridnya kabur. Perhatikan ayat ini: "Bangunlah kamu, marilah kita pergi, tengok orang yang menyerahkan aku sudah dekat" (Markus 14 : 42).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar